17.10.11

Dasar Desain Grafis


Jadi pada Modul Dasar Desain Grafis dijelaskan mengenai bagaimana kita mempelajari mengenai Desain Grafis.
Dapatkan pemahaman yang lebih baik dasar-dasar desain gra s dengan mempelajari unsur-unsur dan prinsip-prinsip desain gra s yang mengatur desain yang efektif dan tata letak halaman. Desain gra s adalah proses dan seni menggabungkan teks dan gra k dan mengkomunikasikan pesan yang efektif dalam desain logo, gra s, brosur, newsletter, poster, tanda, dan jenis lainnya komunikasi visual. Desainer mencapai tujuan mereka dengan memanfaatkan unsur-unsur dan prinsip-prinsip desain gra s.
Dengan mengikuti masing-masing dua jalur pembelajaran pada konsep-konsep dasar-dasar desain gra s dan aplikasi mereka di penerbitan desktop modern, mereka yang tidak pelatihan desain formal gra s dapat meningkatkan tata letak halaman mereka dan komposisi teks.



Untuk mengetahui lebih jelas silahkan download

Download File :
http://www.mediafire.com/?ovm05v3ldx8eclf

27.5.11

Cloud Computing




Perkembangan teknologi internet saat ini telah dan sedang dalam fase perkembangan Web 2.0 dengan main concept-nya yang menekankan pada online sharing dan colaboration dan beberapa prinsip utamanya ialah mobile, easy maintenance, one click, widely spread distributed, scalability, concurency dantransparency. Saat ini, kajian teknologi Web 2.0 yang termutakhir terkonsentrasi pada konsep cloud computing. Cloud computing atau komputasi awan ialah teknologi yang memanfaatkan layanan internet nenggunakan pusat server yang bersifat virtual dengan tujuan maintain data dan aplikasi. Cloud computingmerupakan konsep lanjutan teknologi Web 2.0 yang dikembangkan sebagai perwujudan prinsip mobile, scalability, dan easy-maintenance melalui proses virtualisasi.

Dari perkembangan teknologi cloud computing ini, hal utama yang perlu menjadi highlights ialah mengenai aplikasi teknologi cloud computing itu sendiri dan pengaruhnya terhadap user. Meluasnya cloud computing pun diiringi sejumlah isu-isu yang memberikan pandangan kritis dan memunculkan pertanyaan-pertanyaan, antara lain, Apa itu konsep cloud computing? Bagaimana prinsip kerja teknisnya? Apakah teknologi cloud computing telah diterapkan secara mapan? Apa dampak, dalam artian manfaat dan kerugian, pengaplikasian cloud computingterhadap user? Apa dilema yang timbul dari implementasi teknologi cloud computing ini? Bagaimana perkembangan cloud computing selanjutnya? Dan Bagaimana perkembangannya di Indonesia?

Secara umum, aplikasi berbasis teknologi cloud computing telah banyak dikembangkan tetapi penggunaannya secara menyeluruh masih terus dikaji dan dikembangkan. Manfaat yang akan diperoleh user antara lain terletak pada efektivitas biaya dan kemudahan akses data antar-server dan operation system,sedangkan isu-isu yang dinilai berpotensi menjadi dilema antara lain mengenaicompliance, legalitas, open source, standar terbuka, dan yang paling penting ialahdata security. Oleh karena itu, perkembangan cloud computing selanjutnya akan mengarah kepada upaya minimalisasi dilema yang muncul sekarang ini. Di Indonesia sendiri, komputasi awan ini belum diterapkan secara mapan karena adanya beberapa kendala.

Cloud computing ini berjalan secara simultan dengan konsep radical trust. Secara konseptual, framework pengembangan cloud computing ini merupakan penerapan Konsep Mediamorphosis (Fidler, 1997).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan cara studi literatur, wawancara dengan ahli teknologi internet, dan kemudian dilakukan analisis terhadap perkembangan dan implementasi teknologi cloud computing di Indonesia berdasarkan dilema-dilema yang berpotensi timbul.

Analisis yang diterapkan bersifat deskriptif yang menitikberatkan pada analisis perkembangan cloud system ke depannya dan implikasi bagi perkembangan Indonesia.

Kesimpulan yang diambil yaitu penerapan teknologi cloud computing di Indonesia belum berjalan mapan karena banyaknya kendala dan dilema-dilema yang muncul dari implementasi cloud coumputing. Ke depannya, teknologi cloud computing akan berkembang sesuai dengan prinsip-prinsip dalam konsep Mediamorphosis, terutama prinsip metamorphosis, needs and opportunities, dansurvival. Oleh karena itu, ke depannya teknologi cloud computing akan menjadiinevitable bagi perkembangan teknologi internet di Indoensia.

Kata kunci : cloud computing; komputasi awan; aplikasi; virtualisasi; radical trust

LATAR BELAKANG

Dunia kini sedang menjalani sebuah revolusi komunikasi. Revolusi komunikasi menggambarkan adanya perubahan sistem komunikasi secara signifikan dalam waktu yang relatif singkat yang mencakup perubahan hardwaredan software communication tools itu sendiri, aplikasi hardware tersebut dalam kehidupan, impilikasi yang timbul dari penggunaan perangkat tersebut, manipulasinya, dan sistem pertukaran informasi yang dijalankan perangkat komunikasi tersebut (Mirabito & Morgenstern, 2004).

Berawal dari ARPANet di tahun 1950, internet saat ini telah menjadipioneer utama dalam revolusi komunikasi karena internetlah yang memainkan peran utama dalam perkembangan teknologi komunikasi. Pada awalnya, penciptaan internet hanya ditujukan untuk kepentingan pertahanan sebagai sebuah sistem komunikasi terdesentralisasi antara satu komputer dengan komputer lainnya di dalam jaringan dengan prinsip kerja menggabungkan LANs (Local Area Networks)dan WANs (Wide Are Networks) sehingga ‘Internetwork’ atau disingkat ‘Internet’ (Grant & Foust, 2008). Seiring berjalannya waktu, seperti yang kita dapat kta lihat sekarang ini, internet pun mengalami perkembangan baik dari segi content maupun segi teknis dan menjelma menjadi teknologi yang memberikan kemudahan bagi user untuk melakukan hal-hal yang sebenernya sulit dilakukan secara konvensional, seperti misalnya social networking, interactive marketing, danmass communication. Hal ini meyebabkan internet sekarang menjadi sangat user-friendly dan semakin luas digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat, tidak terbatas hanya pada kalangan akademis dan ekonomi.

Sampai sekarang ini (Mei 2010), perkembangan internet berada di fase Web 2.0 dengan main concept-nya yang menekankan pada online sharing dancolaboration dan beberapa prinsip utamanya ialah mobile, easy maintenance, one click, widely spread distributed, scalability, concurrency, flexibility, dan transparency.Prinsip-prinsip Web 2.0 tersebut merupakan framework yang mendasari perkembangan internet sebagai media komunikasi utama. Ketika kebutuhan untuk komunikasi dan interaksi telah terpenuhi dengan mudah, maka manusia semakin mengolah teknologi tersebut untuk pemenuhan kebutuhannya yang lain, dalam hal ini yaitu kebutuhan akan komputasi, yang notabene masih dianggap sebagai sesuatu yang sulit dan hanya bisa dilakukan oleh para ahli atau disebut teknologi yang levelnya expert sphere jika meminjam terminologi Pacey (2000).

Oleh karena itulah, arah kajian teknologi Web 2.0 yang termutakhir terkonsentrasi pada perkembangan teknologi yang memungkinkan komputasi menjadi sesuatu yang mudah, fleksibel, dan dapat digunakan setiap saat sesuai kebutuhan kita (on-demand), yang konsepnya disebut sebagai cloud computing.Cloud computing, atau disebut komputasi awan dalam terminologi Indonesia, pada dasarnya merupakan suatu teknologi komputasi dengan memanfaatkan layanan internet. Prinsip flexibilty dan on-demand dimanifestasikan dengan perwujudan komputasi sebagai sebuah layanan (as a service) yang dapat digunakan secara mudah dan fleksibel setiap kali user membutuhkannya. Kemudahan dan fleksibiltas tersebut diperoleh user dengan memanfaatkan akses internet. Term ‘cloud’ sendiri merupakan metafora internet dalam diagram teknis jaringan komputer (Thia, 2008). Oleh karena itulah, cloud computing menunjukkan adanya sebuah kolaborasi antara teknologi internet sebagai media komunikasi dan informasi dengan teknologi komputasi.

CLOUD COMPUTING : Ide Lama, Teknologi Baru

Berawal dari tahun 2006, Amazon Inc. meluncurkan Elastic Compute Cloud (EC2), yang disebut oleh The Technology Review sebagai momentum setelah pengkajian dalam jangka waktu yang cukup lama untuk mentransformasicomputing technology menjadi teknologi yang tersedia tersedia secara fleksibel seperti layaknya electricity (Talbot, 2010). Pada awalnya, Amazon Inc. menerapkancloud computing hanya di level internal korporasinya sebagai upaya modernisasidata center-nya pasca ‘dot com burst’ melalui virtualisasi server data. Artinya, sistem komputasi bekerja dalam sebuah mesin virtual, sehingga data bisa diolah dan dikonfigurasi secara instan, dan karena data tersebut disimpan di pusat data yang bersifat virtual sehingga data tersebut bisa dipanggil dan digunakan sewaktu-waktu secara cepat. (Talbot, 2010). Sebuah riset yang termuat dalam Tempo Interaktif menjelaskan bahwa sebuah korporasi yang awalnya membutuhkan satu untuk server 1 aplikasi, setelah dilakukan virtualisasi internal, hanya membutuhkan 1 server untuk 10 aplikasi (Dimas, 2010). Hal ini membuktikan bahwa layanan cloud computing merupakan layanan yang relatif lebih murah, efisien, dan terjangkau bagi individu, organisasi, korporat, dan pemerintah.

Atas dasar alasan efisiensi inilah, tak heran jika akhirnya pada akhirnya Amazon mulai melakukan upaya komersialisasi dengan membuka layanan EC2 kepada khalayak luas. Sejak saat itulah sistem cloud computing ini mulai banyak digunakan. Padahal, jika kita menilik kembali ke tahun 1960, jejak pemikiran mengenai fleksibiltas komputasi telah ada di pemikiran John McCarthy yang menyatakan bahwa, "computation may someday be organized as a public utility"(Armbrust, et al., 2009). Penerapan teknologi komputasi awan ini pun tidak berasal dari pemikiran yang benar-benar orisinil karena komputasi awan ini berbasis prinsip kerja berbagai sistem komputasi ‘pendahulunya’, seperti contohnyaautonomic computation yang memungkinkan sistem dalam komputer melakukanself-management, komputasi terdistribusi (distributed computing) dan grid computing, yang pada dasarnya mengelola suatu sistem komputasi di mana beban komputasi terdistribusi dalam sutau jaringan komputer. Karakteristik dasar komputasi awan yang menempatkan segala sesuatu sebagai layanan (everything as a service) pun merupakan penggabungan karakteristik berbagai sistem komputasi seperti client-server model dan utility computing (Zhang, Zhang, Chen, & Huo, 2010).

Seperti yang diungkapkan Adila Alfa Krishnadi (2010) bahwa pada dasarnya, cloud computing merupakan bentuk online dari grid computing. Hal senada juga diungkapkan oleh Feris Thia (2008), yang memandang komputasi awan sebagai penerapan konsep komputasi terdistribusi yang lebih spesifik diarahkan ke jaringan internet. Dari pandangan di atas, dapat kita lihat bahwa hal baru yang dibawa cloud computing terletak pada penggunaan jaringan internetyang ditekankan secara spesifik sebagai media delivery layanan tersebut. Karena berkembangnya teknologi web services maka konsep komputasi berbasis internetini perlu memiliki suatu istilah yang fresh dan tidak terjebak menjadi kata yang klise (Thia, 2008). Oleh karena itu, digunakanlah istilah cloud yang merepresentasikan internet.

Dari perkembangan teknologi cloud computing ini, hal utama yang perlu menjadi highlights ialah mengenai penerapan teknologi cloud computing itu sendiri dan pengaruhnya terhadap user. Oleh karena itu, muncul pertanyaan mengenai teknologi cloud computing, seperti : Apa itu konsep cloud computing? Bagaimana prinsip kerja teknisnya? Meluasnya cloud computing pun diiringi sejumlah isu-isu yang memberikan pandangan kritis dan memunculkan pertanyaan-pertanyaanmengenai pengaplikasian teknologi cloud computing dan dampaknya secara spesifik, antara lain, bagaimana konsep cloud computing itu? Apakah teknologicloud computing telah dapat diterapkan secara mapan? Apa dampakpengaplikasian cloud computing terhadap user? Apa dilema yang timbul dari implementasi teknologi cloud computing? Bagaimana perkembangan cloud computing selanjutnya? Bagaimana implementasinya di Indonesia?

MENEMBUS KE DALAM AWAN : Menelanjangi Cloud Computing

Konsep Cloud Computing : Definisi, Fitur, dan Prinsip Teknis

Karena teknologi cloud computing ini sifatnya masih tergolong fresh danupdate, maka kajian mengenai komputasi awan ini menarik perhatian banyak cendekiawan dan cenderung menjadi tren dalam dunia riset teknologi internet. Berbagai riset mengenai cloud computing dilakukan dalam perspektif berbagai disiplin ilmu, khususnya perspektif ilmu komputer dan bisnis yang paling notabene paling erat kaitannya, dan melahirkan definisi yang berbeda-beda terhadap term cloud computing atau cloud system atau komputasi awan itu sendiri. Dalam perspektif information technology atau ilmu komputer sendiri, penulis merujuk kepada definisi berikut :

Komputasi awan secara sederhana adalah konsep komputasi terdistribusi dimana tugas komputasi bisa diserahkan ke sekumpulan komputer yang terhubung ke jaringan. Semacam aplikasi yang dikembangkan khusus akan mengatur semua nodeyang terhubung tersebut, antrian tugas akan diprioritaskan untuk diberikan ke komputer yang lebih 'santai'” (Thia, 2008).

Sedangkan bila dipandang dari perspektif bisnis, cloud computing dapat didefinisikan sebagai :

Cloud computing is a flexible, cost-effective and proven delivery platform for providing business or consumer IT services over the Internet” (IBM Corporation, 2009)

Dalam perspektif teknologi komunikasi sendiri, cloud computing atau komputasi awan dapat diartikan sebagai suatu teknologi yang memanfaatkan internet sebagai resource untuk komputasi yang dapat di-requset oleh pengguna dan merupakan sebuah layanan dengan pusat server bersifat virtual atau berada dalam cloud (internet) itu sendiri (Krishnadi, 2010). Dari pernyataan ini, dapat disimpulkan bahwa konsep cloud computing sebenarnya mengindikasikan adanya pergeseran paradigma dari dari internet yang awalnya terbatas hanya sebagai media komunikasi dan sarana memperoleh informasi menjadi lebih multifungsi, yaitu media komputasi. Oleh karena itu, dalam pandangan teknologi komunikasi, terdapat dua poin utama yang menjadi highlights yaitu, (1) komputasi sebagai layanan (as-a-service) dan (2) komputasi berbasis internet.

Untuk memahami bagaimana konsep sebenarnya dari cloud computing itu sendiri, penulis akan menjelaskan melalui contoh-contoh aplikasi cloud computingyang sebenarnya telah sering kita gunakan. Yang pertama yaitu facebook. Sekarang ini, hampir setiap orang, terutama di Indonesia pasti memiliki account facebook. Di dalam account facebook kita pasti terdapat data-data personal kita, juga file-file lainnya, seperti foto, notes, video, dan lain-lain. Dengan menggunakan facebook, kita dapat dengan mudah berbagi foto-foto kita dengan orang-orang yang terdaftar dalam friendlist kita melalui fitur tag foto. Begitu juga dengan notesdan video. Kita dapat langsung menge-tag foto tersebut melalui facebook, dan dalam 2-3 detik, foto tersebut telah tersimpan dalam account facebook teman kita. Bandingkan dengan friendster yang dulu juga sempat menjadi hits di Indonesia pada tahun 2000-2005-an. Dalam friendster pun, kita juga bisa mnyimpan file-file personal seperti foto kita, sama seperti facebook. Namun, perbedaannya, jika kita ingin berbagi foto atau file-file dalam account friendster kita, kita tidak dapat melakukannya secara langsung seperti di facebook dengan cara menge-tag foto tersebut kepada teman kita, tetapi kita harus mendownload foto tersebut, dan meng-upload nya kembali di account friendster teman kita. Sebenarnya, tanpa disadari dengan menyimpan foto-foto kita dalam facebook dan menggunakan fiturtag foto tersebut kita telah mengaplikasikan teknologi cloud system atau cloud computing yaitu berupa online storage.

Salah satu prinsip teknis cloud computing ialah fleksibilitas dalam akses data, artinya kita dapat mengakses data dari mana saja melalui suatu perangkatfixed seperti personal computer atau laptop maupun mobile device dengan menggunakan cloud (internet) sebagai sarana penyimpanan data secara online(online storage). Tidak hanya berupa online storge, cloud computing juga memiliki kapabilitas untuk menyediakan berbagai macam aplikasi yang langsung dapat digunakan tanpa proses download dan instalasi dalam komputer seperti yang biasa kita lakukan dalam aplikasi konvensional (Krishnadi, 2010).

Contoh paling sederhana dari konsep cloud computing ialah Yahoo! emailatau Gmail atau layanan webmail yang lainnya. Untuk menggunakan layananwebmail ini, seorang user tidak perlu melakukan instalasi software tertentu dalam komputernya. Yang perlu dilakukan hanyalah terkoneksi dengan internet, dan membuka aplikasi email tersebut melalui web browser dan dengan mudahnya dapat mengirim email. Dalam aplikasi ini, server dan manajemen softwaresemuanya terdapat dalam cloud (internet) sehingga user dapat menggunakan aplikasi software tersebut tanpa harus membeli lisensi dan melakukan instalasi. Analogi yang dikembangkan untuk mengga,mbarkan cloud computing ini ialah, 'If you only need milk , would you buy a cow ?' (Cleveland, Lewis, & Khannan, 2009).Artinya, jika semua yang dibutuhkan konseumen ialah mendapatkan keuntungan dari penggunaan layanan software atau hardware komputer (direpresentasikan oleh milk), mengapa user harus membeli software atau hardware (direpresentasikan oleh cow) tersebut? Oleh karena itulah, sebagai user, kita tidak perlu memikirkan penyesuaian dengan spesifikasi hardware perangkat yang kta miliki, karena aplikasi dalam cloud ini bersifat fleksibel dan tidak membutuhkan spesifikasi tertentu. Secara fisik, yang dibutuhkan oleh user untuk menggunakan teknologicloud computing ini hanyalah peringkat untuk output dan proses terminasi seperti layar monitor, perangkat input seperti keyboard, dan akses internet (Krishnadi, 2010).

Karakteristik Cloud Computing

Menurut T. Sridhar (2009), dalam sebuah jurnal yang di-publish Cisco System, karakteristik cloud computing, antara lain (1) elasticity and scalability, artinya cloud computing memungkinkan user memperluas dan mengurangi penggunaan resource sesuai layanan yang dibutuhkan. Contohnya, jika kita menggunakan perangkat komputer untuk membuka beberapa aplikasi, misalnya, perangkat office, perangkat grafis, dan perangkat entertainment, secara sekaligus, maka kita membutuhkan rseorce dalam jumlah yang cukup besar. Dalam cloud computing, user dapat me-release resource tersebut karena beban komputasi telah diserahkan kepada server di dalam cloud; (2) Pay-per-use mengacu pada cost systemyang diterapkan dalam cloud computing ini, yaitu pembayaran berdasarkan intensitas penggunaan, bahkan beberapa aplikasi dalam cloud banyak yang tersedia secara cuma-cuma, misalnya Google Docs; (3) On demand berarti bahwa layanan-layanan dalam cloud tidak bersifat permanen dalam infrastruktur perangkat teknologi kita karena penggunaannya berdasarkan kebutuhan dan permintaan kita sebagai user; (4) Resiliency mengacu pada kemampuan cloud system untuk mengisolasi kegagalan atau error yang terjadi dalam server danstorage resources artinya data dapat dimigrasikan ke physical resource yang lain di dalam cloud tanpa sepengetahuan dan di luar kesadaran user, sehingga di matauser, recovery data dapat dilakukan dengan cepat dan tanpa kekurangan; (5)Multitenancy berarti satu provider cloud services dapat menyediakan layanan bagi beberap user dengan menggunakan infrastruktus yang sama sedangkan servermaupun media storage datanya dapat berwujud fisik maupun virtual tergantung dari kebutuhan user secara spesifik. (6) Workload movement, yaitu karakteristik yang berkaitan dengan resiliency dan pertimbangan biaya. Dalam hal ini, cloud system memungkinkan terjadinya perpindahan workloads melintasi server, baik di server di dalam maupun di luar data center, meskipun berada di wilayah geografis yang berbeda. Hal ini mengacu pada konsep virtualisasi yang juga sangat erat kaitannya dengan cloud computing ini. Virtualisasi terjadi ketika suatu aplikasisoftware bekerja secara terpisah dengan infrastrukturnya.

Pengaplikasian Cloud Computing : 3 Model Layanan Cloud Computing

Seperti telah disinggung di atas, konsep cloud computing ini mengandung dua poin penting, salah satunya ialah pengaplikasian komputasi sebagai sebuah layanan. Dalam layanan komputasi ini tentunya ada yang bertindak sebagai penyedia layanan, substansi layanan itu sendiri, dan pihak yang menggunakan layanan tersebut. Penyedia layanan komputasi ini diistilahkan sebagai provideratau vendor. Contoh provider ini antara lain, Amazon, Google, IBM, Yahoo!, Cisco, dan lain-lain. Sedangkan pengguna layanan disebut user. Pengguna layanan komputasi ini mencakup berbagai kalangan, mulai dari inidividu, organisasi, dan yang terutama yaitu kalangan korporat. Oleh karena itu, berdasarkan sifat pengguna layanan, layanan cloud computing dibedakan menjadi dua jenis, yaituPublic Cloud yang menjual layanan cloud computing secara bebas kepada siapapun di internet dan Private Cloud yang berwujud data center yang mensuplai layanan-layanan cloud computing kepada orang-orang dalam jumlah terbatas (UswachTech Administrator, 2010).

Yang paling penting dalam pengaplikasian cloud computing ini ialah substansi layanan cloud computing itu sendiri. Dalam pengaplikasiannya, dikenal tiga model layanan cloud computing, yaitu Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Infrastructure as a Service (IaaS) (Armbrust, et al., 2009), (IBM Corporation, 2009), (Robbins, 2009), (Cleveland, Lewis, & Khannan, 2009),(Shridhar, 2009), (UswachTech Administrator, 2010).

Software-as-a-service

Pada pokoknya, software as a service berarti aplikasi tersedia bagi userdalam bentuk layanan berbasis subscribtion sesuai kebutuhan user (on-demand).Jadi, dengan pengaplikasian model ini, user tidak perlu lagi membeli lisensi dan melakukan instalasi untuk sebuah aplikasi, tetapi cukup membayar biaya sesuai pemakainnya saja. Secara teknis, model aplikasi ini memanfaatkan web-based interface yang diakses melalui web browser dan berbasis teknologi Web 2.0(Robbins, 2009). Contoh SaaS ini ialah Goggle Docs dari Google yang merupakan aplikasi perangkat office serupa Microsoft Word (Krishnadi, 2010). Dengan menggunakan GoggleDocs, kita dapat mengolah dokumen tanpa harus menginstalsoftware office seperti Microsoft Word. SaaS ini merupakan model aplikasi cloud computing yang sasarannya difokuskan pada user individual.

Platform-as-a-service

Jika SaaS merupakan model layanan yang fokusnya pada apllication using,maka fokus Platform as a service (PaaS) mengacu pada application development.Sasaran model ini ialah para programmer dan application developer karena dalam model ini, provider menyediakan layanan yang berupa serangkaian perangkat lunak dan alat-alat pengembangan produk yang tersedia pada infrastrukturprovider sehingga developer dapat menciptakan aplikasi pada platform providermelalui internet (UswachTech Administrator, 2010). Contoh PaaS ini antara lain, Google App Engine, Windows Live, dan Force.com (Cleveland, Lewis, & Khannan, 2009).

Infrastructure-as-a-Service

Model aplikasi yang paling luas cakupannya yaitu Infrastructure as aService (IaaS) yang meliputi penyediaan layanan infrastruktur secara terintegrasi. Pada prinsip teknisnya, provider menyediakan virtual server dengan IP adress yang unik bagi user. User dapat menggunakan application program interface (API) milik si provider untuk memulai, menghentikan, mengakses dan mengkonfigurasi virtual server dan media storage-nya. Media storage di sini dapat bersifat fisik berupahardware maupun virtual (di dalam cloud) (Shridhar, 2009). Sasaran model layanan ini ialah di tingkatan korporasi karena adanya efisiensi biaya dalam penggunaan infrastruktur berbasis virtual server ini. Contoh IaaS antara lain, Google, IBM, dan Amazon EC2.

DILEMA DUA SISI CLOUD COMPUTING

Seperti layaknya teknologi lain yang memiliki dua sisi mata uang, sisi positif maupun negatif, penggunaan cloud computing pun berdampak secara paradoks yang terwujud dalam keuntungan yang kita dapat sekaligus resiko yang harus kita tanggung. Dua hal yang paradoks tersebut menjadi sebuah isu tersendiri yang berkembang seiring perkembangan teknologi cloud computing itu sendiri. Paradoks dua hal tersebut pun menjadi suatu hal yang sifatnya dilematis.

Keuntungan : Sisi Potensial Cloud Computing

Dalam uraian sebelumnya sebenarnya telah disinggung sedikit mengenai keuntungan yang didapat dalam penggunaan cloud computing. Namun, secara spesifik dan teperinci, merujuk kepada (Thia, 2008) keuntungan cloud computingantara lain: (1) Benefit bagi para pelaku bisnis ialah minimalisasi biaya investasi infratruktur publik sehingga bisnis bisa lebih terfokus pada aspek fungsionalistasnya, (2) Bagi application developer, layanan PaaS memungkinkanpengembangan dan implementasi aplikasi dengan cepat sehingga meningkatkan produktivitas, (3) Bagi para praktisi yang bergerak di industri IT, hal ini berarti terbukanya pasar baru bagi industri jasa pengembangan teknologi informasi, (4)Bagi pebisnis di bidang infrastruktur, hal ini merupakan peluang yang besar karena dengan meningkatnya penggunaan layanan SaaS ini akan meningkatkan penggunaaan bandwidth internet, (5) Integrasi aplikasi dengan berbagai device.

Resiko : Sisi Kelam Cloud Computing

Merujuk kepada (Robbins, 2009), resiko yang mesti dihadapi user dalam penggunaan cloud computing ini antara lain: (1) service level, artinya kemungkinanservice performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery, (2) privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena histing dilakukan secara bersama-sama, (3) compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user, (4) data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud, (5)
data mobility
, yang mengacu pada kemungkinan share data antar cloud service dancara mendapatkan data kembali jika suatu saat user melakukan proses terminasi terhadap layanan cloud computing.

THE MEDIAMORPHOSIS IN RADICAL TRUST

Sebelum memasuki stage analisis mengenai perkembangan cloud computing di Indonesia dan analisis forecasting terhadap cloud computing, maka penulis akan menjelaskan konsep Mediamorphosis (Fidler, 1997) dan radical trustsebagai conceptual framework.

Enam prinsip mediamorphosis (Fidler, 1997), yaitu: (1) coevolution and coexistence, yang berarti semua bentuk media komunikasi hadir dan berevolusi secara bersamaan dengan pengembangan dan sistem adaptasi yang kompleks, (2)metamorphosis, artinya media baru tidak hadir secara spontan dan independen melainkan bertahap, (3) propagation, artinya tumbuhnya media baru menyebarkan karakter yang dominan dari bentuk sebelumnya melalui bahasa, (4) survival,artinya segala bentuk media komunikasi dipaksa untuk beradaptasi dan berkembang pilihan lain adalah mati, (5) opportunity and need, artinya media baru tidak diadopsi berdasarkan perhitungan teknologi semata tetapi disebabkan motivasi sosial, ekonomi, politik, dan (6) delayed adoption, artinya teknologi media baru perlu waktu yang lebih lama dari yang diharapkan untuk menjadi sukses atau komersil. Sedangkan radical trust mengacu pada kepercayaan dalam skala tinggi dari suatu struktur organisasi, baik pemerintah, organisasi bisnis, maupun organisasi sosial terhadap kolaborasi dan penggunaan suatu kolaborasionline. Adanya radical trust ini menyebabkan suatu organisasi terstruktur menafaatkan suatu perangkat teknologi internet.

CLOUD COMPUTING DI INDONESIA

Secara umum, di Indonesia, teknologi cloud computing selama ini baru sebatas tren teknologi saja. Sedangkan untuk menerapkannya, masih ditemui sejumlah kendala, terutama kendala teknis mengenai infrastruktur teknologi cloud computing tersebut, yaitu masih terbatasnya akses internet di Indonesia, baikbroadband maupun dial-up (Thia, 2008). Terbatasnya akses internet di Indonesia membuat teknologi ini tidak banyak digunakan secara luas. Kalaupun digunakan, penggunaannya masih sebatas pada aplikasi-aplikasi yang tersedia di internet (SaaS) dan belum menyentuh model PaaS dan IaaS. Selain itu, terbatasnya penerapan cloud computing di level organisasi dan kalangan bisnis di Indonesia diakibatkan oleh kendala teknis, khususnya pada masalah virtualisasi dan adanya keraguan akan jaminan security dalam penerapan teknologi ini (Dimas, 2010). Sedangkan Vinton Cerf (2010), seorang wakil presiden korporasi Google, menjelaskan bahwa kendala saat ini ialah setiap cloud service terisolasi dalam sistem provider­-nya sendiri dan komunikasinya terbatas hanya pada user. Hal terbukti pada user di Indonesia, yang mengalami kebingungan dalam hal virtualisasi. Banyak korporasi yang merasa bingung untuk melakukan virtualisasi apakah virtualisasi dimulai dari storage-nya, server atau jaringannya terlebih dahulu.

Untuk mengetahui bagaimana perkembangan cloud computing di Indonesia secara lebih spesifik, penulis mengadakan wawancara dengan Aldila Alfa Krishnadi, seorang staf pengajar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesiais mengidentifikasi adanya sejumlah kendala mengapa teknologi cloud computing belum begitu berkembang di Indonesia menurut Krishnadi (2010), antara lain : (1) kendala teknis berupa kurangnya infrastruktur dalam teknologi internet sehingga akses internet di Indonesia menjadi sangat terbatas dan internet masih sebagai ‘barang mahal’ di Indonesia dan menghambat pengembangan teknologi ini, (2) kendala kultur, artinya kultur dari masyarakat Indonesia sendiri yang masih rely on pada mobile communication atau handphone yang masih mendominasi. Akan tetapi, Krishnadi berpandangan bahwa untuk masyarakat Indonesia sendiri, kecenderungannya ialah technological deterministic (Pacey, 2000), karena kultur masyarakat Indoensia cenderung lebih mudah dibentuk oleh tren teknologi. Artinya, jika secara teknis infrastruktur teknologi tersebut telah berkembang, maka masyarakat akan menggunakan teknologi ini secara luas karena adanya desakan kebutuhan berupa tren dari masyarakat luas untuk mengaplikasikan teknologi ini.

Jika dipandang dalam persepektif konseptual, maka terhambatnya pengembangan cloud computing di Indonesia ini mengindikasikan kurangnya radial trust dari berbagai struktur organisasi tersebut. Sedangkan dari perspektif Mediamorphosis, maka perkembangan cloud computing di Indonesia ini merupakan menggambarkan enam prinsip mediamorphosis di atas, dan pada intinya seperti yang disebutkan dalam prinsip keenam, pengembangan teknologi ini sebagai suatu media membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan.

THE CLOUDY FUTURE : Masa Depan Cloud Computing

Berdasarkan konsep, aplikasi, dampak yang ditimbulkan, dan kendala-kendala dalam penegmbangan cloud computing, maka penulis menganalisis berbagai kemungkinan mengenai perkembangan cloud computing ke depannya. Secara umum, dengan melihat berbagai manfaat dan resiko yang diperoleh userdalam menggunakan cloud computing, penulis berpandangan bahwa cloud computing akan semakin luas digunakan. Berdasarkan prinsip mediamorphosissendiri, pengembangan cloud computing ini terutama akan mengarah pada prinsipsurvival dan opportunity and need, yang artinya teknologi ini akan berkembang dan berusaha survive dengan cara mengadaptasi kebutuhan sosial, politik, dan ekonomi dari user itu sendiri. Oleh karena itu, pengambangan cloud computingakan mengarah pada berkembangnya suatu teknologi pengiring cloud computingini yaitu suatu bentuk teknologi yang dapat menjamin security data. Selain itu, perkembangan cloud computing ini selanjutnya akan memasuki tahap integrasi antar berbagai provider dengan mengedepankan prinsip interoperabilitas. Adanya perkembangan secara teknis tersebut menyebabkan bertambahnya tingkat radical trust dari pengguna sehingga pada akhirnya model komputasi ini akan mendominasi penggunaan di level korporasi.

Secara spesifik untuk Indonesia, jika didasarkan pada prinsip survivaldan opportunity and need dalam Mediamorphosis, maka penulis berpandangan bahwa para pengembang teknologi cloud computing akan berusaha mengembangkan teknologi ini dengan menyesuaikan kebutuhan para user di Indonesia. Oleh karena itu, secara strategik, pengembangan cloud computing di Indonesia akan mengarah pada kompatibilitas teknologi ini untuk digunakan dalam mobile communication, yang notabene merupakan media komunikasi yang paling dominan di Indonesia. Selain itu, perkembangan cloud computing di Indonesia akan menerapkan prinsip metamorphosis atau berubah secara bertahap. Artinya, di Indonesia untuk menerapkan teknologi cloud computing dalam model PaaS dan IaaS, maka perkembangannya akan dilakukan secara bertahap dan melalui proses adaptasi dan kolaborasi dengan software konvensional yang sebelumnya telah akrab digunakan user. Perkembangan ke arah ini sudah mulai dilakukan oleh Micrsoft yang menyisipkan fitur berbasis teknologi cloud computing dalam perangkat Microsoft Office 2010 (Krishnadi, 2010).

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas, penulis berkesimpulan bahwa penerapan teknologi cloud computing di Indonesia belum berjalan mapan karena banyaknya kendala dan dilema-dilema yang muncul dari implementasi cloud computing. Ke depannya, teknologi cloud computing akan mengalami perkembangan sesuai prinsip survival dan needs and oportunities, yang berupa intergrasi anatar sistem operasi yang berbeda dan penciptaan teknologi yang menjamin keamanan data, serta pengapliaksian teknolgo cloud computing dalam perangkat mobile communication. Perkembangan ini bersifat bertahap atau sesuai dengan prinsipmetamorphosis, agar user dapat beradptasi. Ke depannya, cloud computing akan semakin luas digunakan karena faktor tingginya radical trust terhadap teknologi dan faktor karakteristik teknologi cloud computing yang relatif murah dan memberikan banyak kemudahan.

14.3.11

Awal Saya Kenal WEB





Assalamualaikum..

Disini asaya akan CURHAT awal saya kenal Internet

Begini Ceritanyaa...

Pada suatu hari ketika saya berumur 9 Tahun selepas pulang Sekolah saya mampir dulu ke Warnet deket Sekolah saya, awalnya saya bingung tuuh dari buka Billingnya tapi diajarin sama Adminya eeh jadi tau deeh.
Berhubung pas itu masih gak tau cara nge net gimana.. terus saya cari2 aja eehh nongol tuu tulisan INTERNET EXPLORER, nah saya yakin ini cara nge net..

Begittu saya Klik trus Nongol IE langsung saya buka Google ( saya tau google pas lihat saudara saya buka dirumahnya ).

Naah begitulah cerita singkat saya yang mengharukan ketika awal mengenal Internet.

Sekian. terima Kasih.,.,

Search Engine Optimization

Apa itu SEO (Search Engine Optimization) ? SEO adalah suatu cara yang di lakukan oleh Web master ataupun Blog master untuk mengoptimalkan situs ataupun blog mereka agar mendapatkan rangking yang baik pada search engine atau mesin pencari. Dan yang saya mau bicarakan adalah tips optimalisasi pada mesin pencari Google, karena untuk saat ini google adalah mesin pencari terpopuler di dunia.

dan mungkin banyak kesalahan, namun bagi para pemula bolehlah untuk di baca dan di coba, karena yang saya tulis adalah merupakan hal-hal yang kang rohman lakukan dan sampai sekarang masih merasakan manfaatnya, ini terbukti dari laporan dari tracker yang saya gunakan baik itu dari site meter ataupun google analytics bahwa pengunjung blog kang rohman ini hampir 50 persen berasal dari search engine.

Agar tidak terlalu berlama-lama membaca intermezo, berikut ini adalah beberapa tips agar blog kita mendapatkan ranking yang baik pada search engine :

· Original Content / isi yang orsinil.


Hal pertama yang harus di ingat agar blog anda mendapatkan rangking yang bagus pada mesin pencari adalah isi dari blog anda adalah orsinil buah karya tulisan anda sendiri atau dengan kata lain bukanlah hasil copy paste dari hasil karya orang lain. Selain sebagai optimalisasi terhadap mesin pencari, tindakan copy paste sering mengundang permasalahan dari pemilik asli karya tersebut, apalagi yang anda copy paste tersebut di lindungi oleh undang-undang atau dengan kata lain copyright, anda bisa benar-benar akan mendapatkan masalah yang serius.

· Memasang Meta tag pada bagian header kode template.



Hal kedua yang jangan sampai di lupakan adalah harus memasang meta tag pada bagian header kode template anda. Untuk yang satu ini pernah saya bahas pada postingan yang ini, akan tetapi terus terang kang rohman dalam memasang meta tag agak sedikit berbeda dengan yang saya terangkan pada postingan tersebut, kalau anda ingin memasang meta tag seperti yang kang rohman pakai, kodenya adalah seperti ini :












<data:blog.pagetitle/>


rohman
' name='Author'/>

Panduan praktis membuat blog di blogspot serta download software secara gratis' name='description'/>
blog tutorial, Blog tutorial blogging, blog tutorial blogger, tutorial blog blogger, bikin blog, cara bikin blog, download, software gratis, gratis, google adsense, bisnis internet, tutorial, template' name='keywords'/>




Untuk author serta meta keyword tentu saja harus di sesuaikan dengan milik anda sendiri. Khusus untuk para master, mohon di koreksi apabila ada kesalahan pemasangan kode (maklum pemula, pasang kode tidak tahu bener atau nggaknya).

Setelah memasang meta tag, sebaiknya anda menganalisa meta tag yang anda pasang tersebut dengan meta tag analizer. Untuk meta tag analyzer anda bisa menggunakan berbagai tools gratis di internet, caranya sangat mudah yaitu anda tinggal mengetikan keyword meta tag analyzer pada mesin pencari di bawah ini tapi pilih yang untuk Web jangan yang kolom tutorial nya, silahkan di coba kalau mau.

· Pasang keyword yang sesuai dengan isi blog anda.


Dalam memasang meta keyword, sebaiknya keyword yang anda gunakan adalah yang berhubungan dengan isi blog anda. Misalkan blog anda mempunyai topik tentang kesehatan, maka keyword yang anda gunakanpun harus keyword tentang kesehatan.

Selain harus berhubungan dengan isi dari blog anda, keyword yang di pasangpun haruslah keyword yang banyak di cari oleh orang (pengguna internet), percuma saja rangking blog anda mendapatkan posisi pertama di mesin pencari dengan keyword tertentu namun keyword tersebut jarang dicari atau bahkan tidak pernah di cari oleh orang banyak. Sebagai contoh anda memasang keyword borokokok pada meta keyword anda, dan ketika anda ketik borokokok pada mesin pencari posisi blog anda berada pada posisi teratas alias nomor satu, namun perlu di ingat bahwa apakah keyword borokokok tersebut akan di cari oleh orang banyak atau tidak? Jika kira-kira keyword tersebut tidak akan di cari oleh orang, maka sebaiknya jangan memasang keyword tersebut dan silahkan cari keyword yang lain yang sekiranya banyak di cari oleh orang banyak.

Untuk masalah keyword ini, andapun bisa mencari tool-tool gratisan yang bisa memberikan anda sugesti keyword-keyword apa saja yang banyak di cari oleh orang banyak. Silahkan di cari sendiri pada mesin pencari yang di atas.

· Pemilihan template blog yang baik.


Yang di maksud dengan memilih template yang baik di sini antara lain template yang kita pakai yang pertama kali di loading adalah bagian posting bukan bagian sidebar apalagi bagian footer. Apabila anda jeli, ketika anda membuka blog milik saya ini maka yang terbuka pertama kali adalah bagian header kemudian bagian posting, lalu bagian sidebar dan terakhir adalah bagian footer. Jika anda mengalami hal sama dengan yang saya tulis tadi, maka hal tersebut terjadi pula pada spider mesin pencari, ketika crawler mesin pencari menyambangi blog anda, bagian yang di crawler alurnya seperti yang saya tulis tadi. Nah apabila blog anda yang di akses adalah bagian sidebar terlebih dahulu maka dapat di pastikan blog anda akan kalah posisi dengan blog yang di aksesnya bagian posting nya dahulu.

Untuk hal ini tentu saja tergantung dari sang desainer template dalam hal menempatkan kode posting di tempatkan pada posisi di atas sidebar atau di bawah sidebar.

· Sebaiknya jangan memilih template yang sidebarnya berada di sebelah kiri serta kanan.


Seperti yang kang rohman tulis di atas bahwa sebaiknya yang di loading adalah bagian posting dahulu bukan bagian sidebar. Apabila anda menggunakan template yang 3 kolom yang sidebar nya berada di sebelah kiri serta kanan, maka dapat di pastikan yang pertama kali di loading adalah sidebar yang di sebelah kiri dahulu kemudian bagian posting. Berbeda halnya dengan template 3 kolom yang kedua sidebarnya berada di sebelah kiri ataupun keduanya di sebelah kanan, karena walaupun kedua sidebar berada di sebelah kiri, kode posting masih bisa di tempatkan di atas kode sidebar dengan mengatur kode float pada template. Masih bingung? Mungkin di lain kesempatan akan di bahas secara rinci.

· Jangan terlalu sering mengganti template.


Bagi anda yang suka gonta-ganti wajah blog dengan yang baru, saya sarankan untuk menghentikan kebiasaan tersebut (kaya kebiasaan merokok saja harus di hentikan emoticons7.gif)

· Jangan terlalu menjejali sidebar kiri dengan data yang berat.


Jika anda terlalu cinta dengan template 3 kolom yang sidebar nya berada di sebelah kiri serta kanan, maka sebaiknya jangan terlalu menjejali sidebar kiri dengan data yang berat. Data yang di kategorikan berat misalnya banner atau gambar, animasi, javascript, dan lain-lain. Jika anda menyimpan data yang terlalu berat di bagian sidebar kiri, maka pada saat crawling oleh mesin pencari akan sangat susah mencapai kepada isi postingan anda, sehingga posisi anda akan di kalahkan oleh blog yang postingannya lebih dahulu di crawling. Jadi sebaiknya yang di simpan di sebelah kiri adalah hanya tulisan-tulisan biasa yang ringan untuk di akses/loading.

· Jangan menghilangkan kode heading pada template.


Bagi anda yang senang mengotak-atik kode template, sebaiknya jangan menghilangkan kode heading pada template anda. Kode heading yang di maksud adalah mungkin anda sering melihat kode h1, h2, h3, h4 pada kode template anda, nah kode tersebut jangan sampai di hilangkan atau tidak di buat karena yang pertama kali di lihat oleh mesin pencari adalah data yang ada pada kode h1 h2, h3 serta berikutnya. h1 pada umumnya adalah untuk judul blog, maka dari itu membuat judul blog jangan sampai asal-asalah karena judul blog adalah front face yang pertama kali di lihat oleh mesin pencari. Misal, judul blog saya ini akan lebih berbobot apabila memakai judul blog tutorial, atau blogspot tutorial, atau kolom tutorial di banding dengan judul blog kang rohman karena keyword (kata kunci) yang saya incar pada mesin pencari adalah blog tutorial. Namun untuk kasus ini saya lebih mementingkan orang lebih mengenal saya sebagai kang rohman di banding dengan nama kang blog tutorial emoticons7.gif.

· Pergunakan hurup tebal, miring, atau garis bawah.


Penggunaan hurup tebal, miring, atau garis bawah pada keyword-keyword yang di rasa penting pada postingan sangatlah baik untuk optimalisasi mesin pencari. Misalkan postingan kita membahas tentang free template, maka pada tulisan –tulisan free template tersebut kita cetak secara tebal, miring, atau garis bawah. Namun walaupun demikian janganlah menebalkan suatu tulisan yang sama terlalu banyak pada satu postingan karena bisa di anggap spam oleh mesin pencari dalam hal ini adalah google, jadi ya yang wajar saja.

· Selalu gunakan tag "alt" pada kode gambar.


Mesin pencari pada umumnya tidak terlalu mengerti makna dari sebuah gambar, maka dari itu perlu menambahkan kode "alt" pada kode gambar anda. Tag "alt" adalah merupakan kepanjangan dari "alternatif", jadi mesin pencarie akan lebih mengenali maksud gambar anda apabila memakai tag "alt". Untuk pemasangan tag "alt" pada sebuah gambar sudah pernah saya bahas pada postingan yang ini.

· Jangan membuat hidden text atau hidden link.


Yang dimaksud dengan hidden text atau hidden link adalah membuat s ebuah text atau link berwarna sama dengan backgroundnya sehingga tidak terlihat oleh pengunjung blog. Jadi untuk yang satu ini jangan di lakukan, sebab akan membuat google murka terhadap blog anda karena di anggap menipu mata pengunjung.

· Usahakan agar blog anda di link oleh banyak blog atau website.


Semakin banyak blog atau situs membuat link ke blog anda, maka semakin baik pula penilaian mesin pencari terhadap blog anda, dan yang lebih baik lagi apabila blog anda di link oleh yang mempunyai page rank yang tinggi.

· Buatlah antara suatu postingan tertaut (linking) dengan postingan yang lain.


Salah satu usaha yang bisa dilakukan oleh anda sendiri adalah antara suatu postingan yang satu terkait dengan postingan yang lain, misalkan saya sering menuliskan kata-kata yang mengandung link seperti silahkan baca di sini, silahkan baca postingan ini, dan lain-lain sehingga antara postingan yang satu dengan yang lainnya jadi saling nge link.

· Usahakan jangan ada link yang rusak (broken link).


Yang di maksud dengan link yang rusak adalah anda membuat suatu link, tapi ketika di klik halaman yang di link tersebut tidak ada atau tidak di temukan. Apabila anda mempunyai link yang seperti ini, maka sebaiknya link ini di perbaiki atau ya di rubah saja menjadi teks biasa bukan merupakan suatu link.

· Selalu perbaharui (update) blog anda dengan postingan yang baru.


Mesin pencari sangat suka terhadap blog atau website yang isinya selalu fresh atau segar, jadi kalau anda rajin memposting suatu artikel maka blog anda akan lebih sering di kunjungi oleh mesin pencari. Dan perlu diingat juga bahwa semakin banyak tulisan pada blog anda tentunya semakin banyak pula keyword atau kata kunci yang mewakili blog anda. Jadi, ayo kita berlomba untuk mengisi blog kita dengan postingan yang baru.

Atau mungkin muncul pertanyaan, kenapa banyak website yang tidak pernah di update isi seperti website ini atau website ini tapi mereka tetap mempunyai ranking yang baik di mesin pencari. Untuk yang satu ini tentu saja lain kejadiannya, karena website-website tersebut banyak yang menggunakan tool atau software yang berharga mahal yang membuat situs mereka akan tampak selalu fresh atau segar di mata mesin pencari. So, pilihan ada di tangan anda, mau mengupdate blog anda dengan isi yang baru atau membeli tool yang berharga mahal (hehe… blognya aja masih gratisan… masa untuk SEO beli tool yg harganya mahal).

· Bagi pengguna blog blogger, gunakan kotak komentar asli dari blogger.

Banyak pengguna blog dari blogger merasa kecewa dengan kotak komentar yang di buat oleh pihak blogger sendiri dengan alasan ribet dan dalam bentuk pop-up sehingga menggunakan kotak komentar 3rd-party semisal haloscan dan lain sebagainya. Mungkin jika di lihat d ari bentuknya kotak komentar yang di buat oleh blogger memang sedikit mengecewakan, namun untuk masalah SEO jangan anggap enteng, kenapa demikian? Karena apabila ada pengunjung yang mengomentari postingan anda, maka komentar tersebut di anggap oleh mesin pencari sebagai bagian dari postingan anda. Jadi pada intinya semakin banyak yang berkomentar maka semakin banyak pula tabungan keyword yang kita miliki pada postingan tersebut, oleh karenanya soklah pada komentar di postingan ini..heuheuheu. dan satu keunggulan yang lain adalah setiap ada komentar yang masuk, komentar tersebut bisa langsung di antar ke alamat email kita, sehingga kita dapat mengetahui perkembangan komentar yang masuk pada suatu postingan.

Bagaimana dengan yang memakai kotak komentar lain semisal haloscan. Apabila anda menggunakan kotak komentar dari haloscan, untuk masalah tampilan bolehlah di bilang lebih unggul namun di lihat dari segi SEO di rasa kurang baik karena setiap komentar yang masuk tidak akan terindeks oleh mesin pencari sebagai bagian dari postingan anda, jadi sayang sekali apabila beribu-ribu keyword sumbangan dari pengunjung tidak bisa menjadi milik anda. Selain itu apabila ada yang berkomentar, pihak haloscan tidak mau mengantarkan komentar tersebut ke alamat email kita, so.. yang pasti kita akan tidak mengetahui perkembangan terbaru dari kimentar yang masuk.

· Judul posting harus mewakili seluruh isi posting


Yang satu ini terkadang banyak terlupakan oleh para blogger, membuat judul posting yang sedikit asal-asalan, padahal judul posting adalah wakil dari seluruh postingan. Kenapa demikian, karena secara umum judul posting di set pada kode template sebagai heading 2 (h2) atau heading 3 (h3), oleh karenanya sebelum melihat isi posting, sang mesin pencari terlebih dahulu akan melihat judul posting. Jadi, membuat judul posting harus dengan kata-kata yang semenarik mungkin serta dapat mewakili isi dari posting.


Itulah tadi beberapa Tips SEO kuno ala kang rohman, sebenarnya masih banyak yang bisa dilakukan dalam meningkatkan rangking kita di mesin pencari, namun berhubung jari kang rohman yang sudah pegel karena ngetik terus, saya rasa di cukupkan dulu sekian, mungkin di lain waktu akan di sambung lagi.


Eh kelupaan, untuk SEO di tahun 2008, menurut blogger suhu Indonesia Cosa aranda agak sedikit berbeda dengan yang saya tulis di atas, di antaranya yaitu :

  1. Informasi Kontak.

  1. Mobile Acces.

  1. Content.

  1. Personalisasi/ Lokalisasi.




WEB YANG MENGGUNAKAN TEKNIK SEO

1. Seomoz SEO Tools

2. Seobook – Free Search Engine Optimization Tools

3. Seochat SEO Tools

4. Webmaster-Toolkit Search Engine Optimization Tools

5. Webconfs Seo Tools

6. XML-Sitemaps – SEO Tools for Google, MSN and Yahoo!

7. Keyworddensity – Keyword Density Analyzer Tool

8. Seocentro SEO Tools

9. Webuildpages Tools

10. Neboweb Web-based SEO Tools

11. Linkvendor Seo Tools

12. FREE Online Web Page Checking Service

13. Markhorrell Web tools

14. Iwebtool Web Tools

15. Webrankinfo Free SEO Tools

16. Googlerankings – free search engine optimization tool

17. Ranks.nl – Ranks Webmaster Tools

18. Selfseo SEO tools

19. Web-hosting-top tools

20. Google adword keyword tool